Cardiology Hotspot Headline Animator

Selasa, 08 Juli 2008

Simvastatin plus ezetimibe


Kalbe.co.id - Pemberian obat-obat statin pada pasien dengan hiperkolesterolemia tidak diragukan pengaruhnya dalam menurunkan kadar kolesterol densitas rendah (LDL-C). Obat-obat golongan statin telah digunakan secara luas dan merupakan obat penurun kolesterol yang paling sering diberikan pada pasien dengan gangguan hiperkolesterolemia. Namun pada pasien-pasien tertentu perlu dilakukan penurunan LDL-C yang lebih banyak, karena belum melampaui target dengan obat golongan statin yang tersedia sekarang, seperti yang telah ditentukan oleh Kalbe.co.id - National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III (NCEP ATP III).

Diperkirakan bahwa terapi obat kombinasi, seperti kombinasi antara obat golongan statin, fibrat dan niacin dapat memberikan hasil terapi yang lebih bermakna dibandingkan dengan pemberian obat tunggal, sehingga lebih banyak pasien yang tidak mencapai target terapi dapat mencapai target kadar kolesterol darah. Namun sebagaimana kita ketahui bersama, terapi kombinasi dapat meningkatkan efek samping, intoleransi pasien, mempengaruhi compliance pasien. Belum lagi masalah interaksi obat.

Ezetimibe merupakan obat antihiperlipidemia yang menghambat absorbsi kolesterol tanpa mempengaruhi penyerapan trigliserida (TG) dan vitamin yang larut dalam air.

Absorbsi ezetimibe berlangsung dengan cepat, berkonjugasi dengan glucuronide di usus dan diekskresikan terutama di feses. Selain itu ezetimibe memiliki waktu paruh yang panjang (24 jam), sehingga diberikan dengan dosis 1 kali sehari. Dalam sebuah penelitian menggunakan ezetimibe, pemberian ezetimibe relatif aman dan efek samping yang timbul tidak berbeda bermakna dengan efek samping yang terjadi pada kelompok plasebo.

Ezetimibe diperkirakan dapat menjadi obat tambahan bagi obat-obat yang menghambat sintesis kolesterol, seperti obat golongan statin. 2 pilot-study telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh farmakologik dan farmakodinamik pemberian statin dan ezetimibe pada pasien hiperkolesterolemia. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pemberian obat kombinasi pada pasien hiperkolesterolemia memberikan pengaruh tambahan pada penurunan LDL-C, dan relatif aman dan ditoleransi pasien dengan baik.

Salah satu penelitian lain yang dilakukan adalah untuk mengetahui efektifitas dan keamanan ezetimibe apabila diberikan bersamaan dengan simvastatin pada pasien dengan hiperkolesterolemia primer, dibandingkan dengan pemberian simvastatin sebagai monoterapi. Setelah pasien-pasien dalam penelitian ini distabilisasi dengan diet, dimulailah penelitian acak, 4 minggu placebo lead-in period tersamar tunggal, periode washout 2 – 12 minggu. Pasien yang terlibat, memiliki kadar lemak dalam darah:

* LDL-C 145 mg/dl - 250 mg/dl, dan

* Trigliserida (TG) 350 mg/dl

Pasien-pasien dalam penelitian diacak ke dalam satu dari 10 kelompok yang telah diberikan terapi untuk 12 minggu:

* ezetimibe 10 mg

* simvastatin 10, 20, 40, atau 80 mg

* ezetimibe 10 mg plus simvastatin 10, 20, 40, atau 80 mg, atau

* placebo

Hasil penelitian:

* Ezetimibe plus simvastatin LDL-C (p < p =" 0.03),">

* Ezetimibe plus simvastatin memberikan penurunan lebih banyak 13,8% pada penurunan kadar LDL-C, peningkatan 2,4% HDL-C dan penurunan 7,5% TG, dibandingkan dengan simvastatin sebagai monoterapi.

* Baik pemberian kombinasi ezetimibe 10 mg plus simvastatin 10 mg, dan simvastatin tunggal 80 mg menyebabkan penurunan LDL-C 44%

* Pemberian kombinasi ezetimibe dengan simvastatin ditoleransi dengan baik, dengan profil keamanan tidak berbeda dengan pemberian simvastatin sebagai monoterapi dan placebo.

Selain penelitian di atas, dalam Congress of the European Atherosclerosis Society (EAS) yang ke 76, Dilaporkan mengenai hasil penelitian, di mana dikatakan bahwa ezetimibe dapat menurunakan konsentrasi LDL-C dan juga kadar kolesterol non-HDL, seperti apolipoprotein B (Apo-B). Dengan demikian, ezetimibe dapat menurunkan risiko kejadian kardiovaskular pada pasien dengan dislipidemia primer.

Penelitian yang dipresentasikan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ezetimibe pada 50 pasien dengan dislipidemia primer. Hasil dari penelitian tersebut jelas memperlihatkan penurunan kadara LDL-C, namun juga dilaporkan mengenai penurunan kadar HDL-C. Mengenai hal ini, perlu sekali diketahui pengaruh pemberian ezetimibe terhadap penurunan HDL-C melalui penelitian-penelitian lebih lanjut dan lebih besar.

Namun, penelitian ENHANCE (Ezetimibe and Simvastatin in Hypercholesterolemia Enhances Atherosclerosis Regression), memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan antara pemberian simvastatin plus ezetimibe dibandingkan dengan pemberian simvastatin sebagai monoterapi dalam menghambat progresifitas aterosklerosis karotis pada pasien dengan hiperolesterolemia primer. Padahal ezetimibe telah dipasarkan dengan luas dan telah mencapai penjualan 5 miliar dollar di seluruh dunia. Diperkirakan bahwa angka penjualan ini akan menurun. Dari pooling yang dilakukan oleh theheart.org, dari 60% responden diketahui bahwa akan terjadi penurunan penggunaan obat ini.

Penelitian ENHANCE gagal untuk mendukung efektifitas pemberian ezetimibe yang ditambahkan pada simvastatin dalam menurunkan progresifitas aterosklerosis pada pasien dengan hiperkolesterolemia primer, walaupun obat kombinasi ini dapat menurunkan kadar LDL-C dan kadar C-Reactive Protein (CRP).

Sampai ada data-data yang lebih lengkap mengenai hasil penelitian ENHANCE, ada anjuran bagi para klinisi untuk memaksimalisasi pemberian statin, serta memberikan tambahan obat golongan niacin dan fibrat, sebelum mempertimbangkan memberikan ezetimibe.

Banyak ahli menganjurkan untuk tidak terlalu memfokuskan disi pada penelitian ini, sebagaimana diserukan pada American College of Cardiology (ACC). Namun dr. Steven Nissen dari Cleveland Clinic berkeras dengan pendapat bahwa, tanpa adanya bukti nyata yang menguntungkan kesehatan, obat ini seharusnya tidak diberikan

Kesimpulan:

1. Dalam sebuah penelitian, pemberian ezetimibe sebagai monoterapi dapat menurunkan kadar LDL-C dan menurunkan kadar konsentrasi non-HDL-C. Namun dalam penelitian ini juga, ezetimibe menurunkan HDL-C, yang sebenarnya berguna bagi kesehatan.

2. Bila diberikan bersamaan dengan simvastatin, ezetimibe memberikan penurunan tambahan terhadap kadar LDL-C dan TG, serta peningkatan tambahan terhadap kadar HDL-C.

3. Pemberian simvastatin bersamaan dengan ezetimibe relatif aman bagi pasien dan sebanding tolerabilitasnya dengan pemberian statin sebagai monoterapi.

4. Penelitian ENHANCE gagal untuk mendukung efektifitas pemberian ezetimibe yang ditambahkan pada simvastatin dalam menurunkan progresifitas aterosklerosis pada pasien dengan hiperkolesterolemia primer, walaupun obat kombinasi ini dapat menurunakan kadar LDL-C dan kadar C-Reactive Protein (CRP).

5. Sampai saat ini, pemberian ezetimibe sebagai terapi tambahan pada pasien dengan hiperkolesterolemia primer masih kontroversial. Ada pendapat bahwa sampai ada lebih banyak data yang dipublikasikan mengenai terapi kombinasi ini, pemberian terapi simvastatin sebaiknya dimaksimalkan dan apabila perlu dikombinasikan, dapat diberikan tambahan obat golongan niacin dan fibrat, sebelum mempertimbangkan memberikan ezetimibe.

This Article can be found by going to http://www.kalbe.co.id


Tidak ada komentar: