Cardiology Hotspot Headline Animator

Rabu, 02 Juli 2008

Beberapa Fakta tentang Rokok




Nikotin, adalah salah satu zat yang terdapat di rokok. Nikotin mempunyai efek stimulan dan adiksi/ ketagihan yang sangat kuat dan merupakan racun yang sangat kuat sehingga sering menjadi bahan dasar insektisida.

Rokok mengandung sedikit nikotin dan sebagian besar rusak oleh panasnya api rokok. Tetapi walaupun sedikit, tetapi cukup membuat adiksi. Jumlah nikotin yang diserap tubuh tergantung dari beberapa faktor misal jenis rokok, kedalaman menghisap rokok dan pemakaian filter.

Dalam dosis kecil nikotin berfungsi sebagai stimulan saraf, meningkatkan aliran adrenalin dan menstimulasi hormon, meningkatkan denyut jantung sehingga bisa menjadi tak teratur (irregular) serta bisa menyebabkan tekanan darah naik dan mengurangi nafsu makan. Juga bisa menyebabkan mual dan muntah.

Efek lain seperti kerusakan paru dan kanker paru disebabkan oleh komponen lain seperti tars dan produk-produk lain. Rokok berperan 90% dalam kasus kanker paru. Selain itu menyebabkan kanker larynx, rongga mulut esophagus, kandung kemih ginjal dan pankreas. Selain kanker, rokok juga meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung koroner, prematuritas dan kematian janin pada kandungan.

Kandungan zat berbahaya pada rokok adalah:

  1. Dalam bentuk sediaan utuh:

1. "Tar"a à menyebabkan Kanker

2. Polynuclear aromatic hydrocarbons à menyebabkan kanker

3. Nicotine à stimulan dan depresan saraf dan endokrin; zat adiktif

4. Phenol à membantu timbulnya kanker dan menyebabkan iritasi

5. Cresol à membantu timbulnya kanker dan menyebabkan iritasi

6. b-Naphthylamine à menyebabkan Kanker

7. N-Nitrosonornicotine à menyebabkan Kanker

8. Benzo[a]pyrene à menyebabkan Kanker

9. Trace metals (e.g., nickel, arsenic, polonium 210) à menyebabkan Kanker

10. Indole à Akselerator kanker

11. Carbazole à Akselerator kanker

12. Catechol à membantu timbulnya kanker dan menyebabkan iritasi

  1. Dalam bentuk asap rokok:

1. Carbon Monoxide à mengganggu transport dan pemakaian oksigen à pusing

2. Hydrocyanic acid à iritasi saluran nafas dan merusak cilia (rambut-rambut halus di saluran nafas)

3. Acetaldehyde à iritasi saluran nafas dan merusak cilia

4. Acrolein à iritasi saluran nafas dan merusak cilia

5. Ammonia à iritasi saluran nafas dan merusak cilia

6. Formaldehyde à iritasi saluran nafas dan merusak cilia

7. Oxides of nitrogen à iritasi saluran nafas dan merusak cilia

8. Nitrosamines à menyebabkan kanker

9. Hydrazine à menyebabkan kanker

10.Vinyl chloride à menyebabkan kanker

11. Dan lain-lain

Perokok pasif juga mempunyai resiko yang sama besar dengan perokok aktif. Juga bisa mencetuskan penyakit asma, pneumonia, bronkhitis dan gangguan sirkulasi darah.

Efek-efek negatif rokok yang lebih besar dibandingkan dengan efek positifnya seperti menyebabkan kerusakan saluran nafas, kanker, gangguan jantung, stroke, prematur dan kematian janin dalam kandungan pada ibu yang hamil dsb seperti tadi disebutkan di atas. Konon katanya total ada 4000 macam zat yang ditemukan dalam rokok dan kandungannya.

(dr.Yandi Ariffudin)

Cara Melakukan RJP

Bagaimanakah Cara melakukan RJP? Klik di

http://theyandi.blogspot.com/2008/02/bagaimana-cara-melakukan-rjp-resusitasi.html

Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan mengatur pola hidup



Tekanan Darah tinggi yang tidak diobati dan dikendalikan bisa menyebabkan penyakit- penyakit yang berbahaya di kemudian hari. Dari mulai stroke, payah jantung, gangguan ginjal, sakit kepala dan sebagainya.

Kapan Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi?

Yang paling terukur adalah melakukan pemeriksaan tekanan darah tinggi menggunakan sphygmomanometer. The Seventh Report of the Joint National Committee (JNC7) dilakukan klasifikasi tekanan darah berdasarkan berikut (dilihat dari tekanan darah systole (atas) dan tekanan darah Diastole (bawah):

Klasifikasi tekanan darah

Sistole (mmHg)

Diastole (mmHg)

Normal

Prehipertensi

Hipertensi Stadium 1

Hipertensi Stadium 2

<120

120 – 139

140 – 159

>=160

Dan <80

Atau 80-89

Atau 90-99

Atau >=100

Tidak semua derajat tekanan darah menggunakan obat, yang membutuhkan obat-obatan adalah hipertensi stadium 1 dan 2, sedangkan prehipertensi atau tekanan darah normal yang disertai komplikasi diabetes atau gagal ginjal kronis, cukup diatasi dengan modifikasi gaya hidup. Tentu saja pengaturan gaya hidup ini berlaku juga untuk hipertensi stadium 1 dan 2.

Mungkin sering kita dengar dari dokter, atau baca di majalah, koran dan sebagainya mengenai pengaturan gaya hidup ini. Tapi yang disampaikan masih belum jelas, termasuk bagaimana dan target apa yang dicapai.

Dalam journal yang dikeluarkan oleh National Heart, Lung and Blood Institute U.S Departement of Health and Human Service, disebutkan tentang panduan dalam modifikasi gaya hidup itu seperti di bawah ini:

Modifikasi

Rekomendasi

Perkiraan Penurunan tekanan darah sistole

Pengurangan berat badan

Dipertahankan dalam body mass index (18,5 – 24,9 kg/m2)

5-20 mmHg / 10 kg pengurangan berat badan

Pengaturan diet

Makan banyak buah, sayur dan produk rendah lemak jenuh

8-14 mmHg

Diet rendah garam

Tak lebih dari 2,4 g natrium atau 6 gram natrium khlorida (garam dapur) / per hari

2- 8 mmHg

Aktifitas Fisik

Olahraga aerobik misal jalan cepat selama 30 menit

4-9 mmHg

Pengurangan konsumsi alkohol

Sebaiknya tidak mengkonsumsi atau minimal 2 kali minum (1 oz atau 30 ml ethanol)

2-4 mmHg

Keterangan:

Body Mass Indeks (BMI) diukur dengan rumus:

BMI= BB (kg) / (tinggi badan dalam meter)2

BMI dipertahankan dalam rentang 18,5 -24,9 kg/m2

Demikian, semoga bermanfaat

(Yandi Ariffudin-dari berbagai sumber)

Suplemen Kalsium Meningkatkan Risiko Kardiovaskular?


Kalbe.co.id - Sebuah penelitian memperlihatkan bahwa suplemen kalsium diperkirakan dapat meningkatkan kejadian vaskular pada wanita usia lanjut. Temuan ini tidak diperkirakan sebelumnya, karena penelitian-penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa suplemen kalsium dapat memperbaiki kadar kolesterol darah. Hal ini dikatakan oleh dr. Ian R Reid ( Kalbe.co.id - University of Auckland, New Zealand).

Hal ini tentulah sangat mengejutkan, karena pasar untuk suplemen kalsium mencapai 3 milyar dolar tiap tahunnya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr. Mark J Bolland (University of Auckland, New Zealand) dan rekan, bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplemen kalsium pada densitas tulang. Sejak awal penelitian diperkirakan bahwa kalsium dapat mencegah serangan jantung. Namun sangatlah mengejutkan bahwa yang terlihat bukannya penurunan, melainkan peningkatan kejadian serangan jantung. Hasilnya tampaknya begitu meyakinkan. Dari 3 penelitian sebelumnya, termasuk salah satunya dari Women's Health Initiative (WHI) di Amerika Serikat, memperlihatkan bahwa tidak ada perbaikan yang bermakna pada penurunan angka kejadian serangan jantung setelah pemberian suplemen kalsium, sebaliknya ada kecenderungan peningkatan risiko.

Banyak peneliti yang mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memberikan pernyataan mengenai hal ini. Judy O'Sullivan, jurubicara daripada British Heart Foundation mengatakan bahwa harus dilakukan penelitian-penelitian yang lebih agresif, sebelum diambil kesimpulan mengenai suplemen kalsium. Setiap orang yang telah diberikan suplenmen kalsium oleh dokter untuk memberikan perlindungan pada tulang dianjurkan untuk terus mengkonsumsi suplemen kalsium dan tidak menghentikan sendiri pemberian suplemen tanpa berkonsultasi dahulu dengan dokter.

Hasil penelitian :

* Angka kejadian IM, stroke, dan end point gabungan lebih banyak ditemukan pada kelompok yang diberikan kalsium

* Namun apabila kejadian angka masuk rumah sakit di New Zealand dari pusat data nasional yang tidak dilaporkan juga ditambahkan, angka kejadian risiko relatif IM adalah 1,49 (p=0,16) dan risiko relatif end point gabungan adalah 1,21 (p=0,32), bila dibandingkan antara kelompok yang diberikan kalsium dengan kelompok yang diberikan plasebo.

Dari hasil penelitian di atas diketahui bahwa penelitian ini dengan jelas memperlihatkan bahwa ada hubungan antara pemberian kalsium dengan angka kejadian kardiovaskular. Namun masalah ini perlu dilihat dengan hati-hati sebelum mengambil keputusan apapun yang berhubungan dengan suplementasi kalsium. Ditambahkan lebih lanjut oleh editor bahwa hasil penelitian ini sulit untuk diinterpretasi, mengingat ada beberapa kelemahan dalam penelitian yang pada akhirnya menyebabkan hasil yang lebih tinggi pada kelompok kalsium.

Penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dilakukan adalah di Inggris, Australia dan Amerika Serikat. Dengan adanya penelitian di New Zealand sebagai penelitian ke-4, terlihat adanya kecenderungan yang menghubungkan antara serangan jantung dengan suplementasi kalsium. Hasil penelitian ini meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian IM pada wanita pasca menopause yang menerima suplemen kalsium.

Selain itu para peneliti mengingatkan akan pentingnya faktor umur. Umur wanita yang mengikuti penelitian di New Zealand sudah sangat tua (rata-rata berumur 70 tahun), demikian pula dengan pasien wanita pada penelitian di Australia. Wanita yang mengikuti penelitian di Amerika dan Inggris 10 tahun lebih muda. Ada kecenderungan peningkatan kejadian kardiovaskular yang lebih kuat pada kelompok wanita yang berumur lebih tua, sehingga ada anggapan bahwa penggunaan kalsium pada pasien wanita yang lebih muda lebih aman, dibandingkan dengan pemberian kalsium pada kelompok umur yang lebih tua.

Jikalau benar, mengapa kalsium dapat meningkatkan angka kajadian kardiovaskular? Diperkirakan bahwa asupan kalsium yang tinggi, apalagi bila pemberian kalsium secara intravena dapat mempercepat penempelan kalsium pada dinding pembuluh darah. Apabila pasien sudah menderita penyakit jantung, maka penambahan kalsium dianggap meningkatkan kejadian kardiovaskular. Sebaliknya, apabila pasien pada usia lanjut, namun memiliki arteri koroner yang baik, pemberian sulplemen kalsium dianggap tidak akan memberikan masalah yang berarti. Namun pendapat inipun belum bisa dibuktikan dengan pasti.

Dalam penelitian ini terbukti bahwa suplemen kalsium dapat menghambat osteoporosis. Pemberian kalsium dengan dosis 500 mg tidaklah sekuat 1 mg untuk mencegah osteoporosis, namun memiliki profil lebih aman. Bagi pasien yang sudah menderita osteoporosis dianjurkan untuk diterapi dengan obat-obat yang spesifik untuk terapi osteoporosis dan tidak mengandalkan suplemen kalsium saja.

Selanjutnya dr Reid dan rekan memiliki sejumlah rencana untuk meneliti hal ini lebih lanjut. Mereka juga telah menyelesaikan penelitian yang melibatkan pasien pria, yang lebih muda, dengan mengamati kalsium pada arteri koroner. Selain itu mereka merencanakan untuk membuat sebuah metaanalisis yang melibatkan penelitian yang telah dilakukannya (di New Zealand) dengan penelitian yang telah dilakukan di Inggris, Amerika Serikat dan Australia.

Kesimpulan:

* Menurut penelitian yang telah dilakukan di New Zealand, dan didukung oleh beberapa penelitian sebelimnya yang dilakukan di Amerika Serikat, Australia, dan Inggris, pemberian suplemen kalsium (1 gram) pada pasien wanita pasca menopause meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular.

* Sebelum ada penjelasan dan hasil yang pasti mengenai hal ini, pasien yang oleh dokternya diberikan suplemen kalsium dianjurkan untuk meneruskan konsumsi suplemen kalsium.

* Pasien yang sudah menderita osteoporosis dianjurkan untuk tidak mengandalkan suplemen kalsium, melainkan menerima terapi yang spesifik untuk osteoporosis disamping suplemen kalsium.

* Penelitian lanjutan telah dilakukan yang melibatkan pasien pria dengan usia lebih muda, sedangkan meta-analisis antar penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sedang dibicarakan.